Strategi Manajemen Media di Era Digital dan AI
Posted by: Admin 12-06-2026 10:16 WIB
-
-
INFOBRAND.ID, Jakarta – Founder Media INFOBRAND Group, Tri Raharjo, memaparkan pandangannya mengenai tantangan serta strategi manajemen media di tengah pesatnya perkembangan era digital dan kecerdasan buatan (AI). Dalam diskusi chapter Indonesia yang merupakan kerja sama International Scientific Conference CMQ 2026 dengan Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga dan AACIM (Asian Association for Consumer Interest and Marketing), Tri menekankan pentingnya transformasi model bisnis agar tetap relevan dan berkelanjutan.
Berdasarkan pengalaman selama 20 tahun di industri media, Tri mengungkapkan bahwa pergeseran dari media cetak ke media online merupakan langkah krusial untuk menghadapi penurunan oplah. Ia menyoroti bahwa di era sekarang, media harus bersaing dengan platform global seperti Facebook, Instagram, dan Google yang mendominasi pangsa iklan. Oleh karena itu, ia menyarankan pelaku media untuk fokus pada segmen pasar yang spesifik dan membangun diferensiasi yang kuat.
Segmentasi Pasar dan Diferensiasi Bisnis
Tri menjelaskan bahwa keberhasilan manajemen media sangat bergantung pada kejelasan target audiens. INFOBRAND.ID sendiri menitikberatkan kontennya pada bidang pemasaran merek dan bisnis dengan menyasar para manajer merek, pemasar, hingga CEO. “Kami melihat bahwa membuat positioning media dan diferensiasi yang kuat ini sangat penting. Bagaimana media bisa bertahan dan bertumbuh,” ujar Tri Raharjo dalam presentasinya.
Untuk menjaga pertumbuhan, media tidak lagi hanya mengandalkan pendapatan dari iklan tradisional, tetapi juga mengoptimalkan komunitas dan data audiens melalui pendekatan relationship marketing. Tri merinci beberapa lini bisnis yang dijalankan untuk mendiversifikasi pendapatan, mulai dari riset pasar, forum diskusi, hingga penyelenggaraan acara penghargaan berbasis pencapaian merek. Selain itu, ia memperluas jangkauan bisnis ke sektor pameran melalui Indonesia Brand and Business Opportunity Show (IBOS) untuk memfasilitasi kebutuhan merek dalam berkembang secara nasional.
Pandangan ini didukung oleh Rina Prabawati, pimpinan JTV, yang juga menekankan pentingnya adaptasi. Menurut Rina, tantangan utama manajemen media saat ini adalah "adaptasi atau mati". JTV sendiri melakukan transformasi dari televisi tradisional menjadi platform hub yang mengelola komunitas dan membangun ekosistem digital untuk memperbesar jangkauan audiens.
Pemanfaatan AI untuk Efisiensi dan Kreativitas
Terkait penggunaan kecerdasan buatan (AI), Tri Raharjo melihat teknologi ini sebagai alat untuk mempercepat proses kerja dan meningkatkan kualitas analisis data. Tim riset di perusahaannya memanfaatkan perangkat AI untuk mendapatkan perspektif analisis yang lebih tajam. Namun, ia menegaskan bahwa kehadiran editor manusia tetap menjadi hal wajib untuk memastikan kredibilitas dan kualitas akhir dari sebuah konten sebelum dipublikasikan.
Senada dengan Tri, Rina Prabawati menjelaskan bahwa di grup Jawa Pos, AI digunakan untuk efisiensi operasional tanpa memangkas kreativitas manusia. Ia menyebutkan adanya panduan etika penggunaan AI untuk menjaga integritas informasi. Ruli Anwar dari media online Joss Today juga menambahkan bahwa di tengah banjir informasi, peran media sebagai penyaring informasi yang terverifikasi menjadi semakin penting bagi masyarakat.
Sebagai penutup diskusi, Prof. Gancar Premananto selaku moderator menyimpulkan bahwa pelaku media perlu menerapkan ambidextrous strategy, yaitu kemampuan untuk mengeksploitasi potensi yang sudah ada sekaligus mengeksplorasi peluang-peluang baru untuk tetap bertahan di masa depan.
Sumber : https://infobrand.id/strategi-manajemen-media-di-era-digital-dan-ai.phtml